Kapitalisme Tidak Mensejahterakan


l

Kondisi Rakyat Amerika Saat ini.

Krisis global yang kini tengah melanda dunia, tak terkecuali Indonesia, di awali dengan adanya krisis financial yang melanda Amerika Serikat yang merupakan Negara pengusung utama ideology kapitalis. Krisis financial ini dipicu oleh adanya subprime mortgage (kredit macet) di bidang property di Amerika. Perusahaan-perusahaan investasi dan keuangan besar Amerika, yang menjadi pemodal utama dalam proyek property inipun mengalami kebangkrutan. Yang paling tersohor adalah kasus bangkrutnya perusahaan investasi terbesar dan tertua di Amerika Serikat, yakni Lehman Brothers.

Menurut catatan sejarah, krisis ekonomi yang diakibatkan oleh sistem ekonomi kapitalis ini telah berulang tiada henti, sejak 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990 dan 1998 – 2001. Roy Davies dan Glyn Davies (1996), dalam buku The History of Money From Ancient time oi Present Day, menguraikan bahwa sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih dari 20 kali krisis besar yang melanda banyak Negara. Fakta ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap lima tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia.

Di Amerika Serikat (AS), yang dianggap sebagai Negara yang paling berhasil mewujudkan ekonomi kapitalis di dunia, angka pengangguran dan kemiskinan kian bertambah dan tentu saja imbasnya menaikkan angka kriminalitas di Negara tersebut. Menurut catatan, penjara-penjara di Amerika merupakan penjara yang yang paling banyak penghuninya di dunia. Sedangkan dalam hal PHK di AS kian menggila, dalam dua minggu di akhir pebruari saja, jumlah pengangguran di Amerika bertambah 550 ribu orang dan angka ini akan terus naik, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang melakukan PHK karena pailit.

Survei yang dilakukan oleh Bloomberg News menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di AS untuk tahun ini mencapai 9,4% dan diperkirakan masih akan tetap tinggi sampai tahun 2011. Hasil penelitian di Amerika Serikat yang dirilis Selasa ini menunjukkan, satu dari 50 anak di AS tidak memiliki tempat tinggal atau tuna wisma (homeless). Survei lainnya yang dilakukan National Center on Family Homelessness dan dikutip CNN, selasa (103/3/2009), menganalisa data mulai tahun 2005 hingga 2006, menunjukkan sebanyak 1,5 juta anak di AS tinggal tanpa rumah.

Sedangkan dana talangan (bailout) yang dianggarkan oleh Obama sebesar 787 Milyar Dollar, yang seyogiayanya di peruntukkan bagi stimulus ekonomi Amerika, terbukti tidak efektif untuk mengurangi jumlah pengangguran di negeri paman sam itu.

Dengan adanya fakta kerusakan dan penderitaan yang disebabkan oleh sistem ekonomi kapitalis yang telah dipaparkan di atas, menimbulkan pertanyaan dalam benak kita, mengapa hal itu bisa terjadi?

Setidaknya ada dua faktor utama yang menyebabkan kerapuhan sistem ekonomi kapitalis ini, yakni karena system ekonomi ini dibangun atas dasar:

1. Bursa Saham

Bursa saham dengan segala aktivitas derivatnya, merupakan system perdagangan yang ilusi (non real), karena sistem perdagangan ini menjual-belikan surat berharga yang nilai dan jumlahnya tidak nyata, hanya berdasarkan asumsi dan opini yang berkembang saja. Selain itu, system perdagangan ini bersifat spekulatif (judi) dan tentu saja berbau riba (bunga), yang keduanya diharamkan menurut agama Islam.

Dikatakan spekulatif, karena system perdagangan ini hanya mengikuti isu yang berkembang di bursa effek atau saja, yang notabene dihembuskan oleh para broker (pialang) saham. Jika para broker ini menghendaki suatu saham perusahaan tertentu nilai jualnya menjadi rendah, maka dihembuskanlah isu negative, maka dengan itu mereka dapat membeli saham tersebut dengan harga yang murah. Tetapi apabila sebaliknya, jika mereka menghendaki menjual sahamnya dengan harga yang tinggi, maka mereka menghembuskan isu positif, sehingga nilai jual sahamnya pun menjadi tinggi.

Contohnya, ketika mereka hendak membeli saham salah satu perusahaan tambang minyak, maka untuk mendapatkan harga yang murah, dihembuskanlah isu bahwa cadangan minyak perusahaan tersebut sedikit lagi, sehingga mengakibatkan harga saham perusahaan tambang tersebut anjlok. Kemudian setelah mereka mendapatkan saham perusahaan tambang minyak tersebut dengan harga yang murah, lantas mereka hendak menjualnya, maka dihembuskanlah isu positif bahwa perusahaan tambang minyak tersebut berhasil mendapatkan situs tambang minyak yang diyakini kandungan minyak buminya berlimpah, sehingga dengan adanya isu ini mendongkrak harga saham perusahaan tersebut menjadi tinggi. Atau contoh lainnya mengenai Forex (Foreign Exchange), yakni jual beli valas (valuta asing), yang system perdagangannya mengikuti fluktuatif nilai tukar uang yang beredar,yang tentu saja semuanya hanya didasarkan dugaan saja, tidak sesuai fakta, disinilah letak aktivitas judi itu berlangsung.

2. Uang Kertas

Uang kertas yang kini beredar dan menjadi alat pembayaran yang sah di dunia, merupakan salah satu factor rapuhnya system ekonomi kapitalis. Hal ini disebabkan uang kertas hanya memiliki kekuatan nilai nominal saja, tanpa adanya nilai instrinsik

(benda) nya. Uang ini berlaku jika ada Negara yang mensyahkannya dan kekuatan uang kertas ini tergantung daripada kekuatan ekonomi dan politik Negara yang mengeluarkannya. Dollar contohnya, karena mata uang ini Amerika yang mengeluarkannya, maka kekuatan mata uang ini tergantung dari kekuatan ekonomi dan politik Amerika. Dari tahun ke tahun uang kertas nilainya mengalami kemerosotan (inflasi), pada tahun 1997 misalnya, dengan uang seribu rupiah kita bisa membeli nasi dan lauk pauknya, tetapi pada tahun 2009, uang seribu rupiah hanya cukup membeli setengah porsi nasi putih saja.

Berbeda halnya dengan mata uang dinar emas yang dulu pernah di praktekkan oleh umat Islam, selain memiliki nilai nominal (yang tercetak pada mata uang itu) juga memiliki nilai instrinsiknya, karena dimanapun juga emas itu berharga. Mata uang dinar emas ini memiliki kekuatan nilai yang stabil, contohnya pada jaman Rosulullah SAW, harga seekor kambing satu dinar emas, 1 dinar sama dengan 4,25 gram emas, jika harga emas sekarang 250 ribu, maka 1 dinar sama dengan 1.062.500, harga ini sesuai dengan harga satu ekor kambing pada saat sekarang, sehingga mata uang dinar emas ini bisa dikatakan inflasinya 0 persen.

Itulah beberapa fakta mengenai kebrobrokan system ekonomi kapitalis, yang kini sedang dipraktekkan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tetapi ironisnya, walaupun secara fakta tak terbantahkan bahwa system ekonomi kapitalis ini sangat buruk (hal ini diakui juga oleh para cendekiawan barat), tetapi para penguasa di Indonesia dan juga beberapa cendekiawannya masih mengelu-elukan system ini.

Padahal ketika Islam di praktekkan secara total (kaffah), maka kemakmuran dan kesejahteraan itu dapat dirasakan oleh semua manusia di dunia. Pada jaman pemerintahan kholifah Umar bin Abdul Aziz contohnya, walaupun usia pemerintahannya hanya 2 tahun, tetapi beliau bisa mensejahterakan rakyatnya, sehingga pada waktu itu tidak ada seorang pun mustahik (orang yang berhak menerima zakat), lantas harta yang ada dipakai untuk membebaskan budak-budak di Afrika dan Eropa.

Jadi, jika kita ingin hidup sejahtera di dunia ini dan mendapatkan kemuliaan di akhirat nanti, maka kita jangan ragu untuk mengimani aturan-aturan Allah SWT dan mempraktekkannya dalam kehidupan kita, dan buang jauh-jauh kapitalisme yang telah terbukti tidak mensejahterakan.

Tentang Mahfud Hidayat

Saya hanyalah seorang hamba Allah SWT yang berusaha untuk mencari kerihoan-Nya dan senantiasa ingin belajar dan beramal lebih banyak lagi. Bagi saya kehidupan di dunia hanyalah suatu persinggahan yang sebentar saja, oleh karena itu bantulah saya untuk memperbanyak bekal yang akan dibawa setelah mati nanti.
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kapitalisme Tidak Mensejahterakan

  1. ronym says:

    Alhamdulillah
    Dengan izin Allah pula Dinar ( koin emas ) dan Dirham ( koin perak ) telah dicetak kembali oleh beberapa saudara kita pada tahun 2001. Setelah selama hampir 100 th menghilang dari peredaran. Termasuk implikasinya yaitu penerapan syariat zakat, diyat, dan sebagainya.
    Koin emas dan perak ini mengacu pada standar yang dipakai 1.500 th yang lalu yaitu pada era Umar Bin Khattab. Yaitu Dinar = 4,25 gr emas 22k dan Dirham = 2,975 gr perak murni.
    Dan sebagai penyedia emas dan pencetaknya adalah PT Aneka Tambang dalam hal ini Logam Mulia. Karena perusahaan inilah satu-satunya yang memiliki peralatan dan standar produksi yang diakui secara internasional ( LBMA ). Sehingga kita tidak perlu khawatir terhadap keaslian dan kualitas produk koin dinar – dirham.
    Info lengkap bisa dilihat di :
    http://www.wakalanusantara.com
    http://www.geraidinar.com
    http://www.dinarfirst.com
    Saya sendiri membeli dinar-dirham untuk mengamankan tabungan keluarga yang jika disimpan dalam rupiah akan tergerus inflasi yang rata-rata riilnya 10 – 20 % tiap tahun. Apalagi disimpan di Bank yang belum tentu bisa dicairkan ( contoh kasus Bank Century )
    Dan fungsi yang sebenarnya telah dipersiapkan adalah sebagai mata uang / komoditas barter yang adil.
    Namun tak kalah fungsinya adalah sebagai timbangan terhadap kewajiban zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham. ( Zakat tak pernah diukur dengan mata uang tertentu melainkan emas dan perak )
    .
    Rupanya Rusia, China, India mulai 2010 ini akan menerapkan sistem barter komoditas dan termasuk diukur dengan emas dan perak. Jelas karena cina sudah tidak percaya lagi dengan USD$.
    Bagaimana dengan kita ?

  2. Insya allah dinar dan dirham akan kembali berlaku,jika sistem pemerintahan islami-khilafah-terwujud,itu sdh janji Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s